Better Fly



Otak ku terus diingatkan sejak siang tadi dan dipaksa menulis malam ini juga.
Butterfly to better live. Mungkin terdengar biasa tentang perumpamaan ulat buruk rupa menjadi kupu-kupu yang rupawan. Walau biasa, tapi itu lah harapan setiap orang. Bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Tak ada orang yang menginginkan stagnan di tempat. Apalagi semakin buruk. Pasti semua menginginkan lebih baik dari hari ini. Dan aku berharap, bisa lebih baik dari hari ini.
Menjadi putri yang lebih baik dari seorang ibu yang baik. Asmin Pangaribuan. She is my wonderwomen as my mom. The best ever I had :)  Menjadi anak dan umat yang semakin baik pula di hadapan-Nya  :) Menjadi mahasiswi yang lebih baik dari semester sebelumnya, ga kayak kemarin-kemarin, datang telat, duduk di belakang, pake headset, and then?? Dengerin musik. Damn! Apa yang udah ku lakukan 4 semester ini??? Ok find IP di atas 3. Tapi ga pernah cumlaude.  Hahaha. Bisa dikatakan itu IP sehari semalam.  Itu IP yang diciptakan hasil belajar H-1 sebelum ujian, dan maaf there is no listen my lecturers dan no catat-catat penjelasan dosen.
Ooh jadi disini ente mau sombong Chan? IP di atas 3 tanpa belajar?
Whoa whoa whooooaa. Selooooow di boncengan. Bukan itu maksud ku. Kalau boleh mengulang waktu, aku pengen lebih baik dari sini. Kehilangan cita-cita yang ku ingin kan dulu, bukan berarti merusak masa depan melalui hari ini. I’ll swear i won’t  it happened. Plan A gagal, plan B ga berarti gagal.
                Ntah kenapa setelah menjadi mahasiswa, aku merasa pikiran ini semakin terbuka atau semakin semakin kacau. Dulu aku begitu fanatik dengan nilai. Nilai jelek itu ya menggambarkan kebodohan.Nilai itu harus bagus dan membuatmu terlihat pintar. What the hell !! Ternyata nilai bisa diciptakan. Dari pekerjaan orang tuamu, dari jabatan, kekuasaan, atau nilai. Selagi kau atau keluarga mu berpengaruh,  believe me, it works. Jika kau merasa tak memiliki itu semua, berasal dari keluarga sederhana atau menengah ke bawah, terlihatlah pintar sedikit. Cukup dengan mencari perhatian alias cari muka di depan guru atau dosen mu, believe me, it works.
                Selama kuliah, aku tak begitu memikirkan IP.. Banyak orang pintar yang lulus dgn IP di bawah 3. Banyak orang sukses yang IP nya tiap semester kurang dari 3. Atau apapun itu yang IP nya kurang memuaskan. Nilai bukan segalanya, bukan juga patokan. Tapi tetap pengennya di atas 3. Yang penting SKS yang diambil full. Biar lulus tepat waktu (aku rasa semua orang menginginkannya). Ga pernah cumlaude, padahal orang tua pengennya gitu. Sayangnya itu belum terjadi. Dan aku sih berharap begitu, yang penting wisuda duduk di depan, di barisan para cumlauder. Wajar lah, idealnya harapan ya yang begituan. Hahahaha.
                Ntah lah. Terlalu banyak cerita. Intinya aku pengen lebih baik dari hari ini. Dalam apapun itu. Surgawi atau duniawi. Jasmani atau rohani. I’m Butterfly to better live

Categories: Share

Leave a Reply