Tradisional vs Teknologi
Jabodetatabek emang pusat perhatian bagi mereka yang menyebutnya (mungkin) kota maju dan gaul. Tapi ternyata ke-gaul-an itu juga ga baik. Liat keponakan yg baru aja SD nyanyi-nyanyi lagu remaja dengan gadget yang
canggih bingung harus bangga atau miris. Teknologi merampas masa kecil.
Beda dengan masa kecil ku dulu yang benar-benar hanya memikirkan bermain dan terus bermain, layaknya anak kecil. Permainan yang nyata dan sosialis, bukan dengan gadget yang canggih dan individualis. Bermain dengan teknologi dan bukan teman secara nyata.
Sekarang ini, teman nyata yang dibutuhkan hanya bersifat sekunder. Kalo dulu mainan yang canggih lah yang sekunder, tradisional is number one. Teman yang nyata sekali pun terlihat seperti tidak nyata. Nah loh?? bingung kan?? Coba lihat jaman sekarang media sosial yang semakin banyak, membuat tatap muka dengan teman semakin berkurang. Hanya dengan bermodalkan jari-jari yang menari, pesan dan pembicaraan tersampaikan tanpa harus ketemu langsung. Terus ngakak sendiri layaknya anak autis. yang mengerti ya dia sendiri dengan gadgetnya.
Teknologi emang ga bisa dihindari. Jaman sudah berubah. Maka masa nya pun sudah berubah.
Bersyukurlah kita yang merasakan TRADISIONAL tanpa gangguan TEKNOLOGI. Karena tradisional itu lebih berasa dan lebih melekat